Penjelasan  tentang Term Life Insurance, bagaimana perbandingannya dengan Critical Illness Insurance disertai analisis biaya asuransi jangka panjang untuk produk Term Life Insurance khusus yang menjadi bahan pembahasan dalam Policy Review ini.

LiGHT Insurance Consultant Indonesia

Case Study

Dalam Policy Review ini, pemilik polis asuransi Term Life meminta penjelasan tentang perlindungan yang dijamin dalam polis dengan pemahaman bahwa produk ini menawarkan biaya asuransi yang terendah untuk Uang Pertanggungan Rp 1,000,000,000. Pemilik polis juga menanyakan apakah ada produk asuransi yang lebih baik dengan biaya yang setara pada saat Policy Review ini dilakukan. Bagi pemilik polis yang juga tertanggung, mendapatkan perlindungan maksimal sesuai budget adalah prioritas utama.

Untuk menjawab pertanyaan diatas, perlu melihat syarat dan ketentuan pembayaran premi untuk jangka panjang, yaitu 30 tahun sesuai dengan yang tertera dalam polis. Kami menemukan hal yang menarik mengenai berapa sebenarnya biaya asuransi yang dibebankan ke tertanggung bila usianya mencapai 70 tahun.

Policy Review ini juga relevan untuk menjawab dan menjelaskan lebih dalam apakah benar produk asuransi Term Life lebih baik dibandingkan Unit Link karena biaya asuransi yang lebih murah.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Polis ini memang menawarkan biaya asuransi perlindungan jiwa (Rp 1,000,000,000) yang sangat rendah untuk 20 tahun pertama. Namun bila dicermati lebih jauh, biaya asuransi naik dengan signifikan untuk 10 tahun berikutnya. Penting untuk dicatat bahwa Uang Pertanggungan atau santunan meninggal dunia yang dijaminkan hanya berlaku hingga usia tertanggung mencapai 70 tahun. Biaya asuransi yang rendah hanya berlaku di awal tidak sepanjang masa asuransi.

Dalam jangka panjang, biaya asuransi produk Term Life menjadi tidak semurah yang dibayangkan tertanggung. Bahkan bila tertanggung hidup melebihi usia 70 tahun, tertanggung telah mengeluarkan biaya asuransi sebesar Rp 392,200,000 dimana masa waktu manfaat Uang Pertanggungan telah kedaluwarsa. Bila dirata-ratakan biaya yang harus dikeluarkan tertanggung adalah Rp 1,089,444 per bulan selama 30 tahun, sekali lagi dengan asumsi tertanggung tetap hidup lebih dari usia 70 tahun.

Dengan anggaran yang setara (Rp 1,100,000 per bulan), sangatlah bijak pemilik polis atau tertanggung untuk mempertimbangkan produk Critical Illness Insurance. Asuransi Penyakit Kritis memberikan jaminan perlindungan lebih lengkap dan memadai yaitu:

  • Uang Pertanggungan dengan limit Rp 600,000,000 hingga usia 100 tahun.
  • Santunan 100 Kondisi Penyakit Kritis Rp 600,000,000 hingga usia 100 tahun.
  • Pembebasan biaya premi bila tertanggung terdiagnosa 1 dari 49 penyakit kritis dan premi akan dibayarkan oleh perusahaan hingga usia 65 tahun.

Penting untuk ditekankan bahwa pada saat ilustrasi asuransi Santuan Penyakit Kritis dikeluarkan, pemilik polis telah berusia 42 tahun.

Seandainya tertanggung pada saat usia 39 tahun, mengambil polis asuransi Santunan Penyakit Kritis dengan komposisi perlindungan yang sama, calon tertanggung bisa mendapatkan jaminan limit Rp 750,000,000 masing-masing untuk Uang Pertanggungan dan Santunan 100 Kondisi Penyakit Kritis dengan detail perlindungan sama dengan di atas.

Karena usia pemilik polis pada saat ilustrasi dibuat telah bertambah menjadi 42 tahun, pertimbangan yang baik untuk menambah anggaran asuransi per bulan sehingga Uang Pertanggungan dan Santunan Penyakit Kritis bisa ditingkatkan hanya dalam satu polis asuransi.

Term Life vs Unit Link Insurance

Contoh di atas bisa dijadikan gambaran bahwa bila kita bandingkan dari sisi biaya dalam jangka panjang, biaya asuransi antara produk asuransi Term Life dan Unit Link tidak banyak berbeda. Penting untuk disadari bahwa perhitungan dan penjelasan manfaat di atas belum memperhitungkan manfaat Unit Link sebagai hasil investasi tambahan.

Bila pandangan tentang Unit Link ditempatkan secara benar dan proposional yaitu sebagai tabungan investasi jangka panjang, Unit Link bisa berguna untuk mengurangi biaya asuransi secara keseluruhan. Dalam produk Term Life, tertanggung sama sekali tidak memiliki tabungan jangka panjang untuk mengurangi biaya premi atau pengganti biaya premi bila dibutuhkan.

Jadi sebagian pandangan yang menyatakan bahwa produk Term Life lebih murah dari Unit Link tidaklah selalu benar. 

Berapa besar sebenarnya biaya yang dikeluarkan harus diselidiki lebih detail dan mendalam dengan perbandingan produk secara khusus.

Bahkan dibandingkan dengan produk asuransi Term Life di atas, dengan produk asuransi Unit Link dan sedikit tambahan anggaran, tertanggung bisa mendapatkan manfaat dan perlindungan yang lebih lengkap dengan jaminan jangka waktu yang lebih lama.

Pada akhirnya premi rendah tidak bisa dijadikan satu-satunya tolak ukur keunggulan suatu produk asuransi, namun harus dilihat secara menyeluruh dari manfaat, perlindungan dan jangka waktu produk yang dijamin di dalam polis.

Silahkan hubungi LiGHT untuk mendapatkan Policy Review asuransi yang Anda miliki.

Penulis: RC, Mei 2017