Penjelasan, pemahaman dan penerapan produk asuransi jiwa unit link yang realistis, efektif dan proporsional.

Filosofi LiGHT #2

Prioritas Asuransi Jiwa dan Kesehatan Adalah Perlindungan Bukan Investasi

Unit Link adalah salah satu fitur produk asuransi yang sangat populer di Indonesia. Namun sering kami menemui tertanggung yang mempunyai pengalaman buruk bahkan merasa tertipu dengan produk asuransi unit link. Dan mungkin, Anda adalah salah satu yang merasa telah menjadi korban! Apapun latar belakang Anda, marilah kita bersama-sama belajar memahami produk Unit Link dan mengaplikasikannya secara efektif dan proporsional. Semoga, setelah Anda mengerti Unit Link, kita semua “don’t just follow the crowd”, tetapi menggunakan Unit Link sebagai disiplin keuangan untuk tabungan jangka panjang yang bisa kita manfaatkan untuk membayar premium dan kebutuhan darurat dengan mengutamakan perlindungan jiwa dan kesehatan yang optimal.

LiGHT Insurance Consultant Indonesia

Hal Penting Tentang Unit Link

Pada prinsipnya Unit Link adalah produk asuransi yang terintegrasi dengan investasi reksadana. Jadi dalam setiap premium terdapat bagian yang dibayarkan untuk biaya akuisisi (Acquisition Cost) dan biaya asuransi (Cost of Insurance (CoI), Cost of Rider (CoR), Admin Fee, Other Costs). Selebihnya dialokasikan untuk investasi.

Hal penting yang perlu kita sadari dan pahami mengenai Unit Link adalah:

  • Investasi reksadana mengandung risiko kerugian.
  • Hasil investasi reksadana tergantung dari performa manajemen investasi yang tidak pasti. Tidak ada seorang pun, perusahaan dan sistem yang dapat memprediksi masa depan.
  • Instrumen investasi reksadana bisa dipilih berdasarkan profil risiko dan minat tertanggung, apakah instrumen pasar uang, obligasi, saham atau campuran. Setiap jenis instrumen memiliki tingkat risiko yang berbanding lurus dengan pengembalian, artinya semakin tinggi harapan tingkat pengembalian semakin tinggi pula tingkat risiko kerugian.
  • Alokasi premium untuk porsi investasi umumnya berjenjang, kecil pada awal tahun dan membesar pada tahun berikutnya. Karena pada awal tahun alokasi premium digunakan untuk pembayaran biaya akusisi (Acquisition Cost) dan biaya asuransi (Cost of Insurance (CoI), Cost of Riders (CoR), Admin Fee, Other Costs). Umumnya yang dimaksud dengan 100% alokasi premium ke investasi mulai berlaku setelah lima tahun atau di awal tahun ke enam. Besar alokasi biaya akuisisi dan investasi  beserta persyaratan dan ketentuan bervariasi untuk setiap perusahaan dan produk asuransi unit link.
  • Pada kenyataannya tidak ada 100% alokasi premium ke investasi karena perusahaan tetap mengenakan 5% biaya manajemen investasi baik untuk premi top up terjadwal maupun yang tidak terjadwal.
  • Biaya asuransi tetap dikenakan sepanjang masa perlindungan. Biaya asuransi terus meningkat seiring berjalannya waktu dan kenaikan inflasi.
  • Cuti premi adalah unit investasi reksadana yang dicairkan untuk pembayaran premium sehingga tertanggung tidak perlu membayar premium berkala. Umumnya berlaku persyaratan masa waktu minimum yang mungkin berbeda untuk setiap perusahaan. Selama hasil investasi reksadana masih cukup dan didukung oleh performa manajemen investasi yang baik, unit reksadana masih terus tersedia untuk pembayaran premium. Bila dana sudah tidak mencukupi, asuransi bisa lapse atau tidak berlaku dengan sendirinya. Pada beberapa kasus, tertanggung tidak mengetahui bahwa asuransinya telah lapse karena tidak ada pemberitahuan dari agen dan perusahaan asuransi yang bersangkutan.
  • Ilustrasi Unit Link hanyalah ilustrasi, bukan jaminan hasil performa investasi yang sebenarnya.

Pemahaman Unit Link yang Realistis dan Proporsional

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan realistis, mari kita ambil salah satu produk Unit Link yang sering kami temui sebagai contoh. Alokasi investasi dan biaya premi bervariasi untuk setiap perusahaan dan produk.

LiGHT Insurance Consultant Indonesia

Mari kita gunakan asumsi pertumbuhan investasi reksadana yang tertera di tabel, Rendah (5%), Sedang (10%) dan Tinggi (15%). Asumsi pertumbuhan mungkin berbeda untuk setiap perusahaan asuransi namun umumnya tidak berbeda jauh. Seandainya performa manajemen investasi selalu konsisten setiap tahun, hasil investasi reksadana akan bertumbuh seperti produk deposito dengan pertumbuhan bunga berbunga setiap tahunnya sesuai dengan porsi investasi yang dialokasikanDalam 10 tahun, hasil dari investasi akan menjadi -5%, 20% dan 26% sesuai dengan tingkat asumsi pertumbuhan.

Pada kenyataannya tidak sesederhana yang kita perkirakan.

Setiap tahun ada biaya asuransi yang dikenakan dan mengurangi nilai investasi. Besar biaya asuransi tergantung dari jenis perlindungan dan limit yang diambil. Semakin banyak dan tinggi limit perlindungan yang diambil, semakin tinggi pula biaya asuransi yang dikenakan oleh perusahaan asuransi. Besaran biaya asuransi tidak bisa dipastikan, tergantung dari kebijakan setiap perusahaan asuransi, data klaim dan berbagai macam faktor yang bisa berubah setiap saat. Biaya asuransi sendiri terus naik seiring waktu dan naiknya inflasi. Sehingga hampir bisa dipastikan dalam 10 tahun, hasil investasi akan kurang dari 100%. Berdasarkan pengamatan kami, tanpa cuti premi dan top up, dalam kurun waktu 10 tahun, total nilai investasi hanya berkisar 50% – 80% dari total biaya premium yang telah dibayarkan tertanggung.

Pengelolaan dan manajemen investasi sendiri tidak mudah, sangat banyak dipengaruhi oleh banyak faktor baik teknis dan fundamental, domestik dan internasional. Terlebih lagi di era globalisasi, banyak faktor tak terkendali yang berdampak langsung terhadap konsistensi performa investasi. Dalam kondisi abnormal seperti krisis global ekonomi 2008, performa Index Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh hingga 51%, namun dalam kondisi pemulihan (recovery) 2009 IHSG bertumbuh 87%.

Jadi untuk menempatkannya secara realistis dan proporsional, produk asuransi Unit Link adalah tabungan reksadana yang terintegrasi dengan perlindungan asuransi bukan instrumen investasi yang efektif untuk menggantikan 100% total biaya premium apalagi untuk mengejar keuntungan.

Anomali Performa Investasi

Pada saat tertentu, dalam situasi dan kondisi yang ekstrem, performa investasi bisa turut menjadi ekstrem. Contoh kejadian yang menyebabkan performa investasi jatuh secara drastis: krisis ekonomi Asia 1997-1998, tragedi World Trade Center 911, krisis ekonomi global 2008. Namun, seperti kata pepatah “habis gelap terbitlah terang”, kadangkala seusai masa krisis, diikuti dengan masa pemulihan dan pertumbuhan yang luar biasa seperti 1999 dan 2009. Biasanya dalam masa performa investasi yang fantastik, banyak perusahaan asuransi yang menyiarkan hebatnya performa investasi reksadana yang mereka kelola atau yang terkati dengan produk unit link masing-masing perusahaan. Hal ini terjadi pada saat pemulihan 2008-2009 dimana IHSG bertumbuh 87%, banyak reksadana yang bertumbuh melebihi 100%. Pertumbuhan ini terus berlanjut hingga 2012, yang diikuti dengan pertumbuhan stagnan dan penurunan di 2012-2013 dimana sebagian besar produk investasi unit link dan reksadana mengalami pertumbuhan negatif. Namun perlu dicatat bahwa tidak setiap masa krisis diikuti oleh masa pemulihan (recovery) yang fantastik. The Great Depression di Amerika yang terjadi selama 1929-1939 adalah salah satu contoh klasik krisis ekonomi terpanjang dalam sejarah perekonomian dunia.

Yang terpenting untuk diperhatikan adalah anomali performa investasi tidak bisa dijadikan parameter untuk mengukur performa Unit Link yang realistis. Waktu yang cukup panjang dibutuhkan untuk menilai apakah suatu produk investasi menghasilkan pertumbuhan yang baik secara konsisten.

Mitos dan Fakta Unit Link

Sudah layak dan sepantasnya kita membahas mitos dan mengungkapkan fakta tentang Unit Link yang konon telah banyak memakan korban.

LiGHT Insurance Consultant Indonesia

Pandangan LiGHT Terhadap Unit Link

Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi product asuransi jiwa dan kesehatan Unit Link?

Dalam pandangan LiGHT produk asuransi jiwa dan kesehatan Unit Link sangat bermanfaat karena:

  • Bila kita memilih perlindungan dengan benar, produk Unit link memberikan perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan yang komprehensif yaitu UP, penggantian biaya rumah sakit, perlindungan penyakit kritis, santunan tunai dan perlindungan tambahan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tertanggung.
  • Selain mendapatkan perlindungan asuransi yang optimal, dengan Unit Link kita membangun disiplin finansial untuk menabung dalam bentuk investasi reksadana yang bisa digunakan untuk pembayaran premium dan dana kebutuhan darurat dalam jangka waktu panjang.
  • Asumsi pertumbuhan investasi yang umumnya digunakan oleh perusahaan asuransi relatif realistis dan konservatif bila kita menggunakan pertumbuhan rata-rata IHSG (Index Harga Saham Gabungan) sebagai acuan. Tabel berikut menunjukkan dalam 22 tahun terakhir, pertumbuhan rata-rata IHSG adalah 17.29% dengan data terakhir per tanggal 30 November 2016.

LiGHT Insurance Consultant Indonesia

LiGHT Insurance Consultant Indonesia

Source: Research and Development Division of Indonesia Stock Exchange, 2015

  • Cuti premium sangat berguna pada saat anggaran asuransi perlu dialokasikan untuk kebutuhan darurat dan kebutuhan lainnya.
  • Bila anggaran masih mencukupi, rider premium waiver bisa diambil untuk bisa terus mendapatkan jaminan perlindungan dan investasi ketika terjadi cacat tetap atau penyakit kritis sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
  • Top up berkala bisa kita lakukan untuk memastikan perlindungan tetap berlaku atau tidak lapse pada saat dibutuhkan.
  • Unit Link bisa menguntungkan bila top up dilakukan pada saat yang tepat. Namun untuk memperkirakan kapan waktu yang tepat untuk top up (market timing) bukanlah hal yang mudah baik manajer investasi profesional terlebih lagi awam .

Kesimpulan

Manfaat produk Unit Link akan menjadi optimal bila kita memprioritaskan aspek perlindungan dan mengaplikasikan investasi reksadana sebagai tabungan untuk pembayaran premium dan dana darurat di masa depan.

Penulis: RC, November 2016